POLRES METRO JAKARTA BARAT SIAP MELINDUNGI, MENGAYOMI DAN MELAYANI MASYARAKAT

Kamis, 07 November 2013

Polres Metro Jakarta Barat dan Polsek Jajaran Melaksanakan Latihan Olah TPTKP

Slipi-Untuk menindak lanjuti perintah Kapolda Metro Jaya hari ini Kamis 07 Nopember 2013 Polres Metro Jakarta Barat dan Polsek Jajaran melaksanakan latihan olah TPTKP di halaman Polres Metro Jakarta Barat, kegiatan yang di pimpin oleh Kaur Bin Ops Sat Sabhara Polres Metro Jakarta Barat AKP IKHWAN FUAD, SiK, Latihan olah TPTKP yang dilakukan oleh Sat Sabhara Polres Metro Jakarta Barat dan Polsek Jajaran ini karena Sabhara menjadi tulang punggung kewilayahan Polres dan Polsek jajaran Polda Metro Jaya, latihan ini adalah pembekalan Anggota untuk melaksanakan tindakan pertama terhadap TKP tanpa merusak status KUO dari TKP/TKP rusak, rencananya latihan ini akan dilaksanakan setiap minggu di halaman Mapolres " Kasat Sabhara Polres Metro Jakarta Barat Kompol I PUTU SUMADA, SH menjelaskan " supaya anggota mampu menjalankan tugas kepolisian dalam hal Pre emtif dan Preventif secara profesional untuk menciptakan Harkamtibmas.
Read More..

Rabu, 06 November 2013

Pengadilan Negeri Jakarta Barat Kembali Tunda, Eksekusi Usakti Karena Ditentang Mahasiswa

Rencana eksekusi Universitas Trisakti (Usakti) oleh Pengadilan Negeri Jakarta Barat mendapat tentangan dari ribuan mahasiswa, karyawan dan Civitas Akademika universitas swasta tersebut, Rabu (6/11) pagi.Para mahasiswa menolak eksekusi tersebut karena menganggap pihak yayasan tidak berwenang melakukan eksekusi lantaran saat ini Usakti sudah menjadi milik negara.“Berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan No.206/KM.6/2013 Universitas Trisakti merupakan milik negara,” kata Nival, mahasiswa, dalam orasinya di pinggir Jalan Supratman, Grogol, Jakarta Barat.Untuk menolak eksekusi tersebut, ratusan spanduk dipasang di sepanjang pagar universitas swasta terkenal tersebut. Isi spanduk seluruhnya menolak eksekusi.Aksi pembacaan orasi ini memacetkan arus lalu lintas di kawasan Grogol menuju Tomang dan sebaliknya. Pasalnya, panggung mereka menyita separuh badan jalan.Sulaeman SH, juru sita dari Pengadilan Negeri Jakarta Barat akhirnya menunda pelaksanaan eksekusi hingga waktu yang tidak ditentukan.“Suasananya tidak kondusif, jadi kami tunda. Kami akan lapor ke pimpinan,” katanya.
Read More..

Brimob Penembak Satpam Pembina Keamanan di Seribu Ruko

Oknum Brimob, tersangka penembakan satpam di Seribu Ruko, Taman Palem Lestari, Cengkareng, Jakarta Barat, Selasa (5/11) pukul 18.30 tadi malam, hingga Rabu ini masih diperiksa Provos Polres Jakarta Barat. Dari hasil pemeriksaan sementara, diketahui tersangka Her adalah pembina satpam di ruko tersebut.Menurut Kapolres Jakarta Barat Kombes Muhammad Fadil Imran, kepada Pos Kota, tersangka waktu itu menegur Burhanudin, 46, karena tidak ada di posnya. Waktu ditanya, satpam yang baru bekerja di ruko tersebut mengaku sedang ke kamar mandi.“Ke kamar mandi lama amat. Ayo kamu hormat,”kata anggota Brimob dari Kelapa Dua itu kepada satpam baru tersebut seperti dikutip kapolres . Rupanya , mungkin karena masih baru, satpam tersebut menolak memberi hormat.Tidak itu saja, oknum Brimob itu menjadi marah. Burhanudin lalu disuruh push-up. Perintah ini juga ditolak oleh korban karena merasa tidak bersalah. Hal itu membuat oknum Brimob semakin marah lalu mengancam korban, “Saya tembak kamu!”Tiba-tiba pistol yang ditempelkan ke dada satpam tesebut meletus sehingga ayah dua anak itu terjengkang. Melihat korban berdarah, tersangka Her kabur. Warga ketika itu tidak berani menangkap karenea membawa senjata api.Masih menurut Kombes Muhammad Fadil Imran, tersangka saat kejadian tidak mabok. Meski demikian, keterangan tersangka masih terus didalami. SUKA MARAH Diberitakan sebelumnya, Baharudin, 30 ditembak di dekat pintu Seribu Ruko, Cengkareng, Jakarta Barat, sekitar pukul: 18.30. Pada pukul 21.30 WIB, korban dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangun Kusumo (RSCM) untuk diotopsi.Kejadian bermula ketika pelaku yang berinisal Her marah saat korban yang merupakan security menolak hormat ketika pelaku melintas di komplek ruko. Pelaku sendiri selama ini merasa bahwa dia memegang kuasa di kawasan itu dan meminta kepada semua security untuk patuh kepada dia.Pelaku marah besar kepada Bahrudin. Ia pun meminta kepada Bahrudin untuk push-up sebagai hukuman. Bahrudin menolak. Pelaku kemudian menodongkan pistol dan menembak dada kiri korban hingga tembus ke bagian belakang.Lorent, 22 rekan korban sesama security menjelaskan korban merupakan security baru di seribu ruko. Hal tersebut, menurut Lorent, yang membuat korban tidak takut kepada Her dan menolak untuk memberi hormat. Her sendiri, masih kata Lorent, sudah sering datang ke komplek tersebut untuk meminta jatah berupa uang maupun minuman keras.Lorent menjelaskan bahwa pelaku merupakan anggota brimob berpangkat bripka. “Sudah lama dia merasa jagoan di sini. Security harus hormat saat dia lewat. Kalau tidak, dia pasti akan marah,” jelasnya.Pistol menjadi senjata andalan bagi Her untuk membuat para satpam Seribu Ruko takut kepada dirinya. Lorent mengaku pernah sekali lupa memberi hormat kepada pelaku. Akibatnya, ia dipanggil kemudian ditodong sebuah pistol sambil dibentak-bentak
Read More..

Senin, 04 November 2013

Polsek Metro Tamansari Amankan 11 Pengeroyok Dua Satpol PP

TAMANSARI – Sebelas pengeroyok Suhandi, 45, anggota Satpol PP dari Kec. Kebon Jeruk dan Muksin, 38, Satpol PP Kec.Palmerah,dibekuk Polsek Taman Sari. Kedua aparat keamanan itu jadi korban pengeroyokan pedagang kaki-5 di Kota Tua Pinangsia, Jakarta Barat, Minggu malam.Menurut Suhandi dan Muksin , Senin (4/11), siang, malam Minggu mereka memback up Satpol PP Kec. Tamansari untuk menertibkan Kaki-5 di Kota Tua yang dagangan tidak sesuai peraturan. Selain dari kedua kecamatan tersebut, Kecamatan Grogol Petamburan juga memback up di lokasi, dengan jumlah seluruhnya hampir 90 personil.Sesuai, kebijakan, pedagang di Kota Tua baru boleh menggelar lapaknya mulai PK 22:00. Namun baru Pk 20;00, mereka bermunculan menggelar lapak minuman dan dagangan lainnya. “Kami bersama rekan lainnya segera mememinta mereka jangan berdagang dulu. Tapi rupanya ada provokator yang teriak dari kejauhan langsung teriak keroyok Satpol PP,” kata Muksin.Tak lama berselang puluhan pedagang menyerang satrpol PP pakai alat seadanya. Bahkan ada yang membawa senjata tajam. “Saya dan Suhanda tak bisa lari langsung dikeroyok. Saya terkena sikut kanan dipukul balok dan Suhandi dilukai senjata tajam mengenai kelingking kirinya,” cerita Muksin lagi.Diberitakan sebelumnya, tak hanya mengeroyok anggota pamong praja itu, pedagang juga merusak mobil operasional Satpol PP Kec. Kebon Jeruk .Kapolsek Metro Tamansari Kompol Adi Vivid AB mengatakan, mulai malam itu anggota berggerak sampai Senin mencari pengeroyok dan provokator keributan itu.”Kami sudah menangkap 11 tersangka pengeroyok,” ujar kapolsek.
Read More..

Jumat, 01 November 2013

Polsek Tambora Sita 1,1 Kg Shabu dan 69 Kg Ganja

Polsek Tambora kembali meringkus tiga tersangka narkoba dalam penggerebekan di sebuah rumah di Bogor, Jawa Barat, Kamis (31/10) malam. Barang bukti disita dari mereka 1,1 kg shabu dan ganja seberat 69 kg.Penangkapan ketiga tersangka berinisial, H, 32, Ga, 33, dan Ba,40, di Bogor itu merupakan ekor dari pengungkapan kasus narkoba diduga diotaki Abdullah,42, yang tewas ditembak dan mayatnya ditemukan petugas Satuan Lalintas Polres Cimahai saat operasi di Jalan Tol Padalarang, Jawa Barat, Rabu(30/10) sore sekitar Pk 17;00.Meskipun polisi telah berhasil menyita 69 kg ganja dan shabu seberat 1,1 kg, tapi untuk jenis narkoba terakhr ini akan dibawa dulu ke laboratorium Mabes Polri. Sebab bisa saja bukan shabu asli.Pengungkapan kasus ini dibenarkan oleh Kapolsek Tambora Kompol Dedy Tabrani Sik, Msi. Tapi pihaknya masih akan mengembangkan kasus itu yang diperkirakan masih satu jaringan dengan Abdullah.
Read More..